Self Worth dan Penting Menjaganya agar Diri Merasa Berharga

Self Worth dan Penting Menjaganya agar Diri Merasa Berharga
Self Worth dan Penting Menjaganya agar Diri Merasa Berharga

NUSA Online – Self Worth dan Penting Menjaganya agar Diri Merasa Berharga. Terdapat kalanya, tanpa dikenal secara tentu penyebabnya, kita seketika saja merasa insecure, tidak yakin diri, serta merasa sangat tidak berharga.

Sesungguhnya, bukan tanpa alibi. Terdapat banyak alasan yang menyebabkan perasaan itu mencuat. Tetapi, bisa jadi kita belum terlatih buat mendefinisikannya. Sebab, mengetahui perasaan sendiri serta mencari jalur keluar buat menanggulanginya itu perlu kemampuan serta kejelian.

Bersumber pada riset serta apa yang aku natural, perasaan insecure serta tidak berharga dapat disebabkan oleh hal- hal berikut:

Judgement dari orang lain

Dikala mendengar seorang mengatakan kepada kita dengan nada negatif serta merendahkan, umpama,” Kalian ini malas! Seluruh perihal yang kalian kerjakan tidak terdapat yang benar, seluruhnya kacau” ataupun,” Dapat gak sih, dari tadi pekerjaan sepele saja gak kelar- kelar!” Hingga, secara psikologis, jiwa kita hendak terluka.

Tidak hanya perkata, perilaku serta gesture badan yang bertendensi menghina, mencemooh, ataupun menghina semacam cibiran bibir, gedikan bahu, gerakan kepala, serta lain- lain pula mempunyai akibat yang tidak kalah menyakitkan.

Apalagi, bagi aku gesture badan akibatnya lebih terekam dalam memori, perihal ini hendak tertinggal secara permanen dalam lubuk jiwa kita.

Judgement ataupun menghakimi merupakan pelabelan negatif yang diberikan oleh seorang kepada orang lain. Perihal ini bisa berhubungan dengan perilaku, ciri, aksi, serta sikap seorang.

Perkata yang digunakan umumnya mengacu pada kata watak ataupun kondisi yang bernada minus. Contoh bodoh, kurang baik, lemah, malas, kurang baik, kandas, kacau, serta lain- lain.

Perilaku seorang dalam merespons aksi di atas hendak dibagi ke dalam 2 aksi. Perihal ini dipengaruhi pula oleh kepribadian yang dipunyai tiap orang.

Awal, buat orang yang jiwanya keras, hingga dia hendak bereaksi dengan berontak serta tidak menerima. Dalam perihal ini ia hendak melaksanakan perlawanan, baik dibuktikan secara positif ataupun negatif.

Dikatakan positif, bila dia melawan judgement tersebut dengan aksi terus belajar, semangat membetulkan diri, serta meyakinkan kalau dirinya bukan semacam yang dikatakan orang tersebut dengan metode berprestasi.

Tetapi, terdapat pula yang melaksanakan aksi negatif dengan metode melawan secara frontal, tidak terima, serta kesimpulannya memunculkan konflik, pertengkaran, serta permusuhan.

Kedua, untuk orang yang jiwanya lemah. Akibatnya hendak parah, orang dengan kepribadian semacam ini hendak terpuruk, ia hendak meningkat jadi individu semacam yang di- judgement- kan tersebut. Ia hendak sakit hati, berlarut- larut dalam kesedihan, serta menerima saja stigma negatif yang diberikan kepadanya.

Proses membandingkan

Terkadang, diri kita sendiri juga bisa jadi pemicu utama timbulnya rasa tidak berharga dalam diri. Triknya gimana? Ialah dikala kita menyamakan.

Baca juga  Hargai Mereka yang Telah Berusaha, Jangan Remehkan!

Ya, sesungguhnya untuk sebagian orang sih terdapat yang fine- fine saja kala dirinya menyamakan kondisi dirinya dengan orang lain. Apalagi, terdapat yang memperoleh motivasi serta inspirasi dari perihal ini. Sehingga mereka bisa bertransformasi jadi semacam individu yang ia bandingkan tersebut.

Umpama, dikala ia memandang kawannya yang kaya, berhasil, pintar, serta kreatif. Sementara itu, orang tersebut berasal serta berlatar balik dari golongan biasa- biasa saja, sama dengan dirinya. Ia hendak melaksanakan proses menyamakan. Sehabis itu, ia hendak mencari ketahui, apa yang membedakan ia dengan orang tersebut.

Ia pula hendak mencari ketahui panduan serta trik apa saja dari orang tersebut. Sehingga dengan proses itu, ia berupaya serta berupaya semaksimal bisa jadi.

Hingga, bersamaan berjalannya waktu, ia hendak sukses meniru keberhasilan dari kawan yang dia bandingkan itu.

Tetapi, dalam realitasnya dikala seorang menyamakan dirinya dengan orang lain, dalam keadaan, umur, proses belajar, serta tingkatan ekonomi yang sama. Namun, hasilnya berbeda jauh.

Pada biasanya, rasa insecure serta tidak berhargalah yang hendak lebih dominan memahami jiwa. Nah, ini akibatnya tidak main- main, ya.

Self Worth dan Kegagalan

Kegagalan tidaklah impian. Siapa juga di dunia ini, aku percaya tidak terdapat yang sempat berharap kandas. Dalam perihal apapun, baik pembelajaran, karir, bisnis, ikatan serta lain- lain. Apalagi dalam perihal yang kurang baik sekalipun umpama mencuri, tujuan tiap orang merupakan keberhasilan.

Tetapi, kegagalan merupakan keniscayaan. Dia ibarat minuman, tiap orang telah ditentukan sempat meneguk, menyeruput, serta menenggaknya.

Sehabis melaksanakan usaha serta proses yang yang panjang. Memeras keringat, membanting tulang, apalagi menumpahkan darah. Umpama dalam mengalami tes, perlombaan, problem, serta lain- lain. Kita senantiasa menebar harapan di bukit yang indah. Mudah- mudahan lulus, jadi juara, sukses, berhasil, seluruh berjalan dengan mudah serta baik- baik saja.

Dikala kandas mendera, menjumpai kita di ujung perjuangan. Mendadak itu pula, luruh serta rontoklah seluruh persediaan sabar serta kokoh dalam jiwa kita. Diri terasa jadi sangat kurang baik serta lemah. Rasa tidak berharga mencengkeram dengan kokoh.

Tubuh terasa lemah, tiada energi, bagai kapas yang disiram air. Terlebih, bila di dikala kandas tersebut, judgement dari orang- orang di dekat mampir memperparah kondisi jadi lebih kacau.

Bisa ditentukan dalam keadaan itu, siapa, jiwa semacam apakah yang masih dapat bertahan?

Nah, seperti itu kenapa sangat berarti untuk kita melindungi self worth alias rasa berharga dalam diri kita. Gimana triknya?

Berikut merupakan panduan dari psikolog yang aku amati dari media sosial TikTok.

Baca juga  Menelaah Misi Luar Angkasa Umat Manusia dan Dunia Astronomi

Berharga bukan sebab prestasi

Sepintar apapun kita, bermacam-macam prestasi diraih, bermacam piala kejuaraan berjejer apik penuhi lemari pajangan, serta berpuluh- puluh piagam, sertifikat, apalagi modul berantakan mengiringi keberhasilan kita. Pujian serta tepuk tangan meriah, gegap gempita membahana, nama kita dielu- elukan di mana- mana, disambut bak raja yang sangat berjasa.

Bagi aku, bukan itu yang menimbulkan kita wajib merasa berharga. Sebab, bila kita tumpukan self worth ataupun rasa berharga pada prestasi serta pujian.

Hingga, dikala prestasi itu kandas diperoleh. Dikala otak kita jadi tumpul, bulir benak tidak lagi bernas serta menyala. Kita hendak terpuruk, jatuh, serta kehabisan rasa berharga.

Tidak bisa dipungkiri, memanglah prestasi serta pujian merupakan penyumbang terbanyak rasa berharga pada diri seorang.

Dengan prestasi serta pujian, seorang hendak merasa kalau dirinya merupakan individu yang berharga. Ia hendak tampak dengan rasa penuh yakin diri. Mengalami hidup dengan dada membusung, serta dagu terangkat. Ah, sangat dunia terasa sangat luar biasa.

Tetapi, perasaan senang serta perasaan berharga sejatinya merupakan penerimaan yang tulus hendak keberadaan diri sendiri. Bukan saja pada kemampuan serta keunggulannya. Tetapi, lebih ke dapat menerima apa yang jadi kekurangan dalam diri kita.

Berharga bukan sebab pengakuan orang lain

Betapa senang serta berharga diri kita, dikala orang menyongsong kehadiran kita di tengah- tengah mereka dengan senyuman, dekapan, tawa riang, serta pengakuan kalau kita memanglah pantas terletak di antara mereka.

Pengakuan merupakan sesuatu rasa yang diimpikan banyak orang di dunia ini. Oleh anak kepada orang tua serta kebalikannya. Oleh murid kepada guru serta kebalikannya.

Kita seluruh mau diakui, keberadaan kita, perilaku, watak, prestasi, keadaan ekonomi, serta lain- lain. Tidakkah kita hendak memposting gambar tercantik, terbagus, serta terindah di media sosial. Bila kita tidak perlu pengakuan. Betul gak?

Secara naluriah, pengakuan itu sangat berarti serta utama untuk tumbuhnya self worth dalam diri seorang. Hendak hening dunia ini, bila seluruh orang menyembunyikan diri. Bila seluruh orang rendah hati, tidak ingin keberadaan dirinya dikenal orang lain.

Bagi aku, dalam perihal pengakuan dari orang lain. Kita pula mau diakui secara keseluruhan. Tidak cuma diakui keberhasilannya, kondisi finansialnya, tetapi pula orang mau supaya diakui pula perasaannya.

Kita tidak bisa menyandarkan rasa berharga pada pengakuan dari orang lain. Sebab, pengakuan itu bertabiat sedangkan. Ia relatif serta tidak permanen. Bila hari ini, kita diakui selaku orang yang berprestasi. Esok belum pasti, kan? Terlebih, bila besok hari kita kandas.

Baca juga  Makanan Halal dan Haram di Indonesia, Bagimana Harus Bersikap?

Hingga, pengakuan itu hendak sirna. Kecuali, bisa jadi pengakuan dari orang lain, kalau kita merupakan orang yang kandas.

Bagi aku, itu bukan pengakuan, ya. Tetapi, lebih menuju ke judgement ataupun penghakiman.

Berharga sebab Allah menghasilkan kita berharga

Self worth ataupun rasa berharga hendak terbentuk secara natural serta bertabiat permanen. Tatkala sumber dari rasa berharga itu kita kembalikan kepada Si Maha Pencipta. Kalau, bukan kita, bukan orang lain yang membuat kita merasa berharga. Tidak terdapat seseorang juga yang sanggup membuat kita merasa berharga.

Tetapi, tanamkan dalam diri serta yakinilah. Dikala Allah menghasilkan kita, berikan kita peluang buat menempuh serta berproses dalam kehidupan sampai sesuatu dikala yang sudah didetetapkan, kita wajib kembali.

Hingga, tugas kita merupakan berjuang, hiduplah dengan sebaik- baiknya, serta bermanfaatlah semaksimal bisa jadi. Cuma itu yang bisa kita jalani. Tidak wajib pedulikan omongan orang yang judgement. Supaya saja, apa kata mereka.

Terus berlagak baik, rendah hati, serta menaburkan biji- biji kebaikan merupakan metode kita berterima kasih kepada Si Pencipta. Sebab, karena Dia- lah kita berharga serta cuma Dia- lah yang mau kita merasa berharga.

So, katakan pada diri kita sendiri, peluklah diri sendiri dengan erat serta ucapkan dengan lembut, “Kalian berharga, sebab Allah mau kalian berharga.”

self worth, harga diri, insecure, percaya diri, menghargai, berharga, percaya diri adalah, percaya diri artinya, harga diri adalah, manfaat percaya diri, surat berharga, surat utang negara, jelaskan pengertian percaya diri, pengertian percaya diri, cara agar percaya diri, arti percaya diri, sikap percaya diri, manfaat sikap percaya diri, cara percaya diri, kata kata percaya diri, sikap percaya diri adalah, surat berharga negara, orang yang percaya diri tidak mudah, kepercayaan diri adalah, keuntungan sikap percaya diri, percaya diri artinya percaya pada kemampuan, pengertian percaya diri menurut para ahli, keuntungan percaya diri, rasa percaya diri, jelaskan yang dimaksud dengan percaya diri, arti percaya diri adalah, kata percaya diri, motivasi agar percaya diri, motivasi percaya diri, percaya pada diri sendiri, arti dari percaya diri, pengertian kepercayaan diri, orang yang percaya diri tidak akan, pentingnya percaya diri, meningkatkan rasa percaya diri, tidak percaya diri adalah, pertanyaan tentang percaya diri, cara menumbuhkan sikap percaya diri, definisi percaya diri, kata bijak percaya diri, orang yang percaya diri tidak akan mudah, terlalu percaya diri, kepercayaan diri menurut para ahli, percaya diri adalah meyakini, manfaat rasa percaya diri,