Kawasan Renzo Edupark Sukabumi dan Menyusuri Indahnya Pagi Hari

Kawasan Renzo Edupark Sukabumi dan Menyusuri Indahnya Pagi Hari
Kawasan Renzo Edupark Sukabumi dan Menyusuri Indahnya Pagi Hari

NUSA Online – Untuk warga Cibadak serta sekitarnya, telah tidak asing lagi dengan kawasan Renzo Edupark yang lebih dahulu bernama Holcim Educational Forest yang lokasinya terletak di Kampung Tanjung Sari Desa Sekarwangi Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi.

Tempat ini ialah kawasan sisa pertambangan PT Holcim Indonesia Tbk yang telah melaksanakan penggalian batu kuarsa selaku bahan baku semen semenjak tahun 1975 hingga dengan tahun 2010.

Meski izin usahanya tidak diperpanjang lagi, pihak manajemen Holcim bertanggung jawab dengan mempunyai komitmen buat membetulkan area yang hadapi kehancuran akibat aktivitas pertambangan yang sudah dikerjakannya.

PT Holcim bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan IPB dengan melaksanakan penghijauan semenjak tahun 2010. Ialah bagian dari sesi aktivitas pasca tambang yang wajib dicoba oleh suatu industri pertambangan.

Menyusuri Kawasan Renzo Edupark

Sehabis 15 hari aku menjajaki diklat pembekalan Calon Pengajar Praktik secara daring dari bertepatan pada 6 Juni s. d 22 Juni 2022, membuat benak aku sumpek sebab diklatnya berlangsung dari pagi hingga sore.

Apalagi malam harinya aku masih menuntaskan tugas maupun tagihan yang wajib diunggah ke LMS, badanpun terasa letih. Saatnya buat mencari hawa fresh biar benak dapat jernih kembali.

Hari Pekan pagi bertepatan pada 26 Juni 2022, aku bersama dengan adik serta keponakan janjian buat jalan- jalan ke Kawasan Renzo Edupark ataupun kerap diucap Holcim.

Lokasinya gampang dijangkau sebab terletak di pinggir jalur, kurang lebih jaraknya 2, 5 Kilometer dari pertigaan Cibadak serta hendak terlewati oleh wisatawan yang hendak mengarah ke Pelabuhan Ratu.

Jarak dari tempat tinggal aku kurang lebih 1, 5 Kilometer, dengan naik angkot dekat 5 menit pula telah hingga ke tempat tujuan. Jam 08. 00 kami telah terletak di situ.

Atmosfer masih hening. Sementara itu sebagian tahun yang kemudian kawasan ini jadi tempat kesukaan serta senantiasa penuh dengan wisatawan yang mau menikmati hari Pekan bersama keluarga ataupun tiba bersama dengan rombongan.

Baca juga  Reksadana dan Solusi Atur Keuangan dengan Selama Merantau

Bisa jadi pula sebab hari ini terdapat perayaan peningkatan kelas dari 3 Madrasah Diniyah yang terdapat di sekitarnya. Tadi kami pernah berpapasan dengan sekolah yang hendak melaksanakan pawai drum band, serta angkot yang kami naiki pernah tertahan sebagian dikala.

Sehabis melewati pintu gerbang, kami menciptakan suatu plang di samping kanan yang berisi peringatan untuk wisatawan supaya tidak membuang sampah sembarangan, melaksanakan corat- coret, membuat sumber api, mengganggu tumbuhan serta berbuat asusila sepanjang terletak di situ.

Kami terus menyusuri jalur yang dibatasi oleh tembok di sebelah kanannya. Kami memandang sebagian bangunan yang belum berakhir, bisa jadi lagi dicoba penyusunan namun belum kelar.

Sebelumnya kami ingin masuk ke kawasan yang terdapat kafenya, namun masih tutup serta baru buka jam 09. 00. Kami terus berjalan. Atmosfer masih hening serta sesekali berjumpa dengan penduduk yang berasal dari Kampung Kebonbera.

Terdapat orang dagang yang lagi menanggung tapai singkong serta kolang- kaling. Terdapat pula ibu- ibu yang hendak berangkat ke pasar Cibadak beserta anaknya, mereka menyapa kami dengan ramah serta mengajak bersalaman.

Di kiri serta kanan kami ada banyak tumbuhan, aku mengambil gambar jalur yang kami lalui. Hasilnya luar biasa sangat indah, tidak kalah dengan panorama alam yang terdapat di lukisan.

Jalur yang dilalui terus menanjak, serta kami berjumpa dengan simpangan jalur yang berbatu putih. Kami lewat jalur yang sebelah kanan, di mari kami istirahat sejenak di dasar pohon- pohon yang besar. Hawa terasa sangat sejuk, rasa lelahpun langsung lenyap.

Di kawasan ini banyak spot gambar natural, salah satunya merupakan bebatuan yang terletak di atas bukit. Sembari duduk di ketinggian, kami dapat memandang jalur yang terletak di dasar serta panorama alam alam yang indah yang terdapat di sekitarnya.

Baca juga  Menelaah Misi Luar Angkasa Umat Manusia dan Dunia Astronomi

Kala kami duduk di atas bebatuan, datanglah 3 anak muda pria. Kayaknya batu ini jadi tempat kesukaan buat difoto. Kamipun kembali ke simpangan yang tadi, serta lewat jalur yang satu lagi.

Tibalah di suatu batu besar yang wujudnya unik. Kami menyudahi sejenak dengan naik ke batu tersebut buat swa gambar.

Kami melanjutkan ekspedisi, dengan lewat jalur setapak serta mulai masuk kawasan hutan dengan pohon- pohonnya yang rimbun. Tidak terdapat orang yang ditemui di tempat ini, atmosfer begitu sepi serta rasa damai kami rasakan dikala itu.

Banyak kupu- kupu yang kami amati lagi hinggap di atas tumbuhan. Aku jadi ingat kala kuliah dahulu sebagian kali mengadakan riset area ke hutan semacam ini. Tempat ini sesuai buat belajar botani, taksonomi dan ekologi tanaman.

Sampailah kami di kolam sisa galian yang tidak sangat besar. Airnya bercorak hijau serta di sekelilingnya ada batu- batu.

Terdapat papan peringatan yang dipasang disana, yang menegaskan tidak boleh memancing maupun berenang sebab berbahaya menimbulkan tenggelam ataupun apalagi kematian.

Aku baru awal kali ke mari, sebaliknya adik serta keponakan telah sebagian kali. Lebih dahulu aku membayangkan suatu kolam yang besar, sebab orang- orang suka menyebutnya danau. Meski kolamnya kecil, namun sangat bagus buat dijadikan selaku spot gambar. Kami duduk- duduk di atas batu yang terdapat di pinggir kolam, memandangi sekitar sembari minum air yang kami membawa.

Sehabis puas terletak di situ, kami kembali dengan melewati jalur yang tadi. Di ekspedisi kami memandang 3 ekor sejenis musang bercorak gelap yang melintas di depan kami.

Jalur yang kami lalui menyusut, sehingga kami kilat hingga ke gerbang. Aku memandang jam di HP, waktu menampilkan jam 10. 00. Kami begitu menikmatinya, hingga tidak terasa sepanjang 2 jam melaksanakan ekspedisi.

Baca juga  Fresh Graduate dan Tips Memulai Karir untuk Masa Depan

Wasana Kata

Menikmati hari Pekan pagi dengan menyusuri Kawasan Renzu Edupark sangatlah mengesankan serta dapat melenyapkan rasa penat.

Wisata alam tidak butuh yang jauh, tempat yang dekat pula dapat dijadikan selaku alternatif liburan bersama keluarga. Hawa yang sangat sejuk serta panorama alam yang mempesona hendak membuat wisatawan betah di situ.

Kawasan Renzu Edupark tidak hanya berperan selaku tempat wisata keluarga, pula dapat dijadikan selaku tempat buat menekuni serta mempelajari tumbuh- tumbuhan untuk pelajar maupun mahasiswa.

Tempat ini pula sesuai dijadikan selaku tempat buat melaksanakan gambar pra wedding untuk pendamping yang hendak melakukan perkawinan.

Aku pula tidak menyangka, kawasan sisa pertambangan sehabis dikelola dengan baik dapat jadi tempat yang indah serta instagramable. Terima kasih sudah membaca postingan ini. Salam wisata

kawasan, renzo edupark, wisata, pantai, tempat wisata terdekat, wisata terdekat, gunung bromo, dusun semilir, ranca upas, curug leuwi hejo, obelix hills, curug ciherang, air terjun, tebing breksi, sevillage, pantai terdekat, tempat wisata, umbul sidomukti, cimory puncak, wisata dieng, dago dream park, leuwi hejo, curug cilember, lawu park, eling bening, curug nangka, kampung sabin, wisata solo, tebing keraton, mandapa kirana resort, wisata puncak, tumpeng menoreh, jatim park, darajat pass, wisata batu malang, telaga warna, tebing koja, pantai gemah, wisata sentul, curug cipamingkis, telaga saat puncak, bukit waruwangi, lembah tumpang, the lawu park, pantai melasti, sanghyang heuleut, lembah tepus, puncak becici, pantai karang potong, liburan, grojogan sewu, bhumi merapi